Iklan

Senin, 02 Februari 2026, Februari 02, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-23T06:43:11Z
BERITAEKONOMIHeadlineHUKRIMPARIWISATAPERISTIWA

KADES MERTAK TETAP BERSABAR & BIJAK DALAM MENYIKAPI ISU MIRING YANG BEREDAR, WALAUPUN TUDUHAN YANG DI LAKUKAN OLEH BEBERAPA OKNUM TIDAKLAH BENAR

Advertisement


Senin, 2 Februari 2026 - Kepala Desa (Kades) Mertak, M. Sahnan, akhirnya mengeluarkan suara tegas untuk menanggapi berbagai berita miring yang telah beredar di media sosial dan berbagai platform lainnya, yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Permasalahan yang memojokkan beliau bermula dari ketidakpuasan seorang oknum yang tidak terpilih sebagai Kadus Dusun Awang Kebon, yang merasa bahwa nilai yang diperolehnya dari hasil panitia seleksi (pansel) lebih tinggi dari calon yang akhirnya ditetapkan.

 

Ketidakpuasan tersebut kemudian memuncak ketika terjadi percakapan dalam grup WhatsApp (WA) Pemdes Desa Persiapan Awang. Dalam percakapan tersebut, muncul berbagai tanggapan yang pro dan kontra, bahkan terdapat kata-kata yang kurang elok yang diperbincangkan antar anggota grup. Menanggapi hal ini, Kades M. Sahnan sempat mengeluarkan pernyataan dalam bahasa Sasak, dengan harapan agar perdebatan yang berpotensi menimbulkan masalah baru dapat segera reda. Namun, kondisi justru semakin berkepanjangan dan tidak kunjung menemukan titik temu.

 

Melihat situasi yang semakin memanas, Camat Pujut bersama Kapolsek Kuta turun langsung ke lapangan untuk melakukan mediasi. Keduanya mempertemukan Kades Mertak dengan tokoh masyarakat Dusun Awang Kebon, dengan tujuan menyelesaikan permasalahan ini secara damai agar kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Apalagi, tidak lama lagi akan digelar tradisi Evan Bau Nyali (Bau Nyale), yang merupakan acara penting bagi masyarakat setempat dan perlu didukung dengan suasana yang stabil.

 

Namun, harapan untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebuah keributan justru pecah ketika salah seorang oknum warga Dusun Awang Asam memicu konflik di tengah proses musyawarah yang belum selesai. Hal ini sangat disesalkan oleh Kades Mertak, mengingat pada saat itu beliau tengah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga masyarakat Dusun Awang Kebon. Meskipun secara spesifik kesalahan tidak dilakukan oleh beliau secara pribadi, sebagai pemimpin tertinggi desa, Kades M. Sahnan merasa bahwa meminta maaf kepada warganya adalah perbuatan yang mulia, sekalipun tidak ada kesalahan yang dilakukan secara langsung.

 

"Kami mengharapkan seluruh warga masyarakat Desa Mertak tidak mudah terpancing oleh berita-berita miring yang hanya bertujuan memojokkan saya dan pihak terkait. Sebenarnya, semua pihak seharusnya mendengar keterangan dari kedua belah pihak sebelum mengambil kesimpulan, jangan sampai hanya menjustifikasi satu pihak saja," tegas Kades M. Sahnan dalam keterangannya kepada media pada hari Minggu ini.

 

Beliau juga mengajak seluruh masyarakat Desa Mertak untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan salah paham ini dengan kepala dingin, tanpa adanya unsur politik yang dapat memperparah situasi. "Kita semua menginginkan ketentraman dan kenyamanan di desa kita. Semoga dengan munculnya klarifikasi ini, dapat menepis segala isu miring yang telah menyebar di berbagai media sosial maupun media lainnya," pungkasnya.

 

 Berawal dari pengangkatan Kadus dan pemberhentian yang tidak legowo menerima kekalahan mereka mempropokasi masyarakat hingga terjadi kegaduhan, mereka menuduh saya yang mempropokasi tapi sesuai kenyataan dia yang mempropokasi sebenernya ucapnya saat di konfirmasi di kantor desa mertak pada Senin 2 Pebruari 2026


Lebih lanjut kades juga mengungkapkan bahwa terkait di wtshaf tersebut murni saya tidak pernah mengatakan seseorang atau nama di tujukan melankan itu pertanyaan saya dan tidak pernah saya menunjukan atau memojokan seseorang, hanya saja di grup watshap tersebut di pelintir oleh oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab, menurutnya oknum" tersebut sengaja melakukan hal tersebut berkaitan dengan pemilu Kadus kemarin


Sampai detik ini saya berpikir lebih baik, untuk saat ini marilah kita untuk sama sama menelaah diri dan harapan saya juga supaya kita berdamai tutupnya

IKLAN