Iklan

Sabtu, 17 Januari 2026, Januari 17, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-23T06:43:11Z
BERITAEKONOMIHeadlineHUKRIMPARIWISATAPERISTIWA

14 Siswa di Kopang Dirawat Usai Konsumsi Susu MBG, FP4 NTB Minta Distribusi SPPG Dihentikan Sementara

Advertisement

 


Lombok Tengah, 17 Januari 2026 – Sebanyak 14 siswa dari dua sekolah dasar di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, dirawat di Puskesmas Muncan setelah mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi susu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini menyoroti sekolah yang terlibat, yaitu SDN 1 Darmaji dan MI Hidayatussolihin.

 

Para siswa melaporkan mengalami gejala mual, pusing, dan muntah-muntah sekitar 30 menit setelah mengonsumsi susu yang didistribusikan oleh SPPG Nusantara Jaya Catering Kopang.

 

Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB menekankan perlunya penanganan yang serius dan transparan terkait insiden ini karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.

 

“Kami meminta distribusi susu MBG dari pihak SPPG terkait dihentikan sementara sampai hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium keluar. Kejadian ini tidak boleh dianggap sepele,” ujar Ahmad Nouval, Humas FP4 NTB.

 

Selain meminta penghentian sementara distribusi, FP4 NTB juga mendesak dilakukan uji laboratorium terhadap sampel susu beserta evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) produksi, penyimpanan, dan distribusi. Hal ini termasuk pembukaan data batch produk, informasi pemasok, serta jalur distribusi ke sekolah penerima.

 

FP4 NTB mengingatkan, jika terbukti terdapat kelalaian atau pelanggaran standar keamanan pangan, pihak terkait dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pangan, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, serta ketentuan pidana yang berlaku.

 

Organisasi ini juga menyatakan akan mengawal seluruh proses penanganan agar kejadian serupa tidak terulang dan memastikan program MBG dapat berjalan dengan aman serta profesional kata Ahmad Nouval selaku Humas FP4 NTB

IKLAN