Advertisement
Dalam edisi 2 ada tanggapan teman bahwa sudah semestinya Maulid Adat Bayan ini dapat menjadi magnet wisata dan dijadikan even Nasional.
Benar sekali.Memang dari yang saya saksikan di dua tahun terakhir ini blm banyak wisatawan yg datang menyaksikan momen budaya yg akbar ini.Padahal ini acara akbar serta ekosistemnya sangat memadai seperti momen yang dapat disaksikan oleh para wisatawan sangat melimpah begitu jg infrastruktur wisata sangat memadai.
Dalam hal momen selama beberapa yakni terutama tanggal 14-15 Rabiul Awal atau tahun ini bertepatan dengan tanggal 7-8 September di wet paer/kawasan Adat Bayan berlangsung prosesi2 Maulid Adat hampir tanpa jeda.
Dimulai pada tgl 6 malam di 4 kepembekelan yakni Bayan Timuq, Bayan Bat , Loloan berupa prosesi Menutu (Menumbuk Padi ).
Tanggal 14 Rabiul Awal di Kepembekelan Karang Bajo sejak pagi hari hingga sore hari berlangsung prosesi Merembun dimana iring2an kelompok demi kelompok warga Adat dg berbusana adat yg khas datang membawa hasil bumi seperti padi, kelapa dll juga ternak seperti ayam atau kambing bahkan sapi bagi yg nazarnya tercapai.Pada sekitar jam 3 sore diselenggarakan prosesi Menutu (menumbuk padi). Prosesi ini sepenuhnya dapat diakses oleh umum kecuali prosesi yg di dalam Kampu.
Tanggal 14 Rabiul Awal jg pd malam sepanjang malam diselenggarakan ritual sekaligus atraksi Temetian /Peresean.Ini jg dpt diakses oleh umum.
Tanggal 15 Rabiul Awal siang diselenggarakan prosesi Bisok Menik atau Mencuci beras.Sekelompok ibu2 dg busana adat berjalan beriringan dg tertib membawa beras menuju mata air untuk mencuci beras.Ini juga atraksi menarik yg dpt disaksikan oleh umum.
Puncaknya sekitar pukul 4 sore adalah prosesi Praja Mulud.Berupa iring2an kirab prosesi yg berangkat dari masing2 kepembekelan menuju satu titik yakni Mesjid Kuno Bayan.Sejak keluar dari masing2 Kampu, di jalan hingga ke Masjid Kuno prosesi ini dapat diakses oleh umum.Kecuali ritual di dalam Mesjid Kuno.
Dengan demikian selama 2 hari banyak momen yg dapat disaksikan oleh umum atau wisatawan. Juga bila tdk sempat menyaksikan Mulud Adat di pusat Kedatuan Bayan (Bayan Beleq) di luar itu Mulud Adat juga diselenggarakan di banyak tempat di wilayah Adat Bayan.
Dalam hal infrastruktur wisata juga sangat tersedia.Tidak jauh dari pusat acara (Bayan Beleq ) terdapat desa wisata Senaru yg banyak menyediakan akomodasi dari yg sederhana hingga yg mewah. Sedikit lebih jauh ke timur dari itu dg durasi perjalanan setengah jam terdapat desa wisata Sembalun yg juga banyak menyediakan akomodasi dg berbagai kelas.Begitu juga sedikit lebih jauh ke barat di kec Pemenang bertebaran akomodasi dari yg sederhana hingga bintang lima baik di daratan utama maupun di Tri Gili. Infrastruktur jalan juga dari Mataram melewati Lombok Utara hingga Sembalun sdh lebar , mulus dg lengang bahkan di jalan utama kota Tanjung dilengkapi dg jalan dua jalur yg lebar.
Dari segi kapan waktu penyelenggaraan juga sangat pasti. Berbeda dg Bau Nyale 'Maulid Adat ini sdh dapat dipastikan waktu penyelenggaraan semenjak tahun2 sebelumnya bahkan belasan hingga puluhan tahun ke depan.Dengan demikian utk perencanaan jadwal kunjungan wisata dpt diagendakan dari jauh2 hari sejak 1 tahun sebelum penyelenggaraan.
Bila tidak hanya ingin menyaksikan Maulid Adat, di sepanjang Lombok Utara juga terhampar destinasi2 wisata seperti kampung2 adat , air2 terjun yg indah dan wisata alam lainnya.Kuliner? Tidak sulit dan pilihan beragam serta ada kuliner khas Lombok Utara yakni Sate Ikan Tanjung .
Atas dasar hal2 itu semua tdk ada alasan utk Maulid Adat Bayan di kawasan utara Lombok tidak dapat menjadi even wisata budaya yg akbar , menjadi magnet para wisatawan sebagaimana Bau Nyale di kawasan selatan Lombok.
Kita tunggu action dari para stakeholder ke pariwisataan kita baik di daerah hingga nasional.
Oleh: Satria Wangsa
