Advertisement
Lombok Tengah, Gulma merupakan tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian, karena gulma dapat menurunkan hasil tanaman produksi. Untuk mengentaskan gulma tersebut, disebut dengan “Penyiangan” yaitu suatu kegiatan mencabut gulma yang berada diantara sela-sela tanaman pertanian dan sekaligus menggemburkan tanah.
Dalam kesempatan ini Babinsa Beleke Koramil 1620-08/Praya Timur jajaran Kodim 1620/Loteng Serda Dahanudin melakukan pendampingan penyiangan gulma di Dusun Rupe Desa Beleka Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah seluas 70 are bersama Poktan Terong Kuning, Selasa (02/02/2021).
Serda Dahanudin disela-sela kesibukannya menyampaikan, kegiatan penyiangan ini bertujuan untuk membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh diantara tanaman padi.
“Apabila gulma tidak dibersihkan dapat mengurangi penyerapan hara, sehingga anakan tanaman padi tidak bisa berkembang banyak, dan dapat menghambat produksi tanaman,” ujarnya.
Terpisah, Danramil 1620-08/Praya Timur menyampaikan, kehadiran anggota TNI khususnya Babinsa dalam pendampingan pertanian adalah bagian dari mewujudkan program pangan nasional.
“Salah satu upaya khusus (Upsus) yang dilakukan Babinsa adalah dengan melaksanakan pendampingan kepada petani saat penyiangan tanaman padi. Penyiangan itu sendiri dapat dilakukan dengan dua cara yaitu manual dan kimiawi. Yang manual dengan kita cabut gulma, dan dengan cara kimiawi disemprot menggunakan obat-obatan,” kata Danramil.
Untuk itu Kata Danramil, mengingat adanya gerakan pemerintah tentang peningkatan produksi padi, Babinsa Beleke Koramil 1620-08/Praya Timur Serda Dahanudin memotivasi dan mengajak para petani di wilayah binaannya untuk lebih rutin dalam merawat dan memelihara tanaman padi, termasuk dalam mengendalikan gulma.
"Kami berharap dengan adanya babinsa turun ke sawah untuk pendampingan petani, maka para petani akan lebih bersemangat dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga memperoleh hasil yang maksimal," tutupnya.
