Iklan

Selasa, 29 September 2026, September 29, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-29T11:14:59Z

LSM SATRIA NTB: PILKADES SERENTAK LOMBOK TENGAH HARUS JADI MOMENTUM DEMOKRASI YANG BERMARTABAT

Advertisement


LOMBOK TENGAH — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SATRIA NTB menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Tengah.


Ketua Umum LSM SATRIA NTB, Lalu Abdul Wazir, menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar arena perebutan kekuasaan di tingkat desa, melainkan bagian penting dari proses demokrasi yang harus dijalankan secara jujur, tertib, dan bermartabat.


“Kami ingin Pilkades serentak di Lombok Tengah menjadi pesta demokrasi yang benar-benar mencerminkan kedewasaan masyarakat. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut merusak persaudaraan dan keamanan di tengah masyarakat,” tegas Lalu Abdul Wazir.


SATRIA NTB mengingatkan seluruh calon kepala desa, tim pemenangan, simpatisan, tokoh masyarakat, serta para pemilih agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik, intimidasi, provokasi, maupun penyebaran informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Setiap pihak harus menghormati aturan dan mekanisme demokrasi yang telah ditetapkan. Jika terdapat keberatan atau persoalan dalam proses Pilkades, penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur dan mekanisme yang berlaku, bukan melalui tekanan ataupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.


Menurut SATRIA NTB, kemenangan dalam Pilkades tidak boleh dimaknai sebagai kemenangan satu kelompok atas kelompok lainnya. Kepala desa yang terpilih nantinya memiliki tanggung jawab terhadap seluruh masyarakat desa, termasuk mereka yang berbeda pilihan.


“Yang bertarung boleh berbeda, pilihan boleh berbeda, tetapi setelah proses demokrasi selesai, seluruh masyarakat harus kembali bersatu. Jangan karena Pilkades, hubungan keluarga, tetangga dan persaudaraan menjadi rusak,” ujarnya.


LOMBOK TENGAH — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SATRIA NTB menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Tengah.


Ketua Umum LSM SATRIA NTB, Lalu Abdul Wazir, menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar arena perebutan kekuasaan di tingkat desa, melainkan bagian penting dari proses demokrasi yang harus dijalankan secara jujur, tertib, dan bermartabat.


“Kami ingin Pilkades serentak di Lombok Tengah menjadi pesta demokrasi yang benar-benar mencerminkan kedewasaan masyarakat. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut merusak persaudaraan dan keamanan di tengah masyarakat,” tegas Lalu Abdul Wazir.


SATRIA NTB mengingatkan seluruh calon kepala desa, tim pemenangan, simpatisan, tokoh masyarakat, serta para pemilih agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik, intimidasi, provokasi, maupun penyebaran informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Setiap pihak harus menghormati aturan dan mekanisme demokrasi yang telah ditetapkan. Jika terdapat keberatan atau persoalan dalam proses Pilkades, penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur dan mekanisme yang berlaku, bukan melalui tekanan ataupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.


Menurut SATRIA NTB, kemenangan dalam Pilkades tidak boleh dimaknai sebagai kemenangan satu kelompok atas kelompok lainnya. Kepala desa yang terpilih nantinya memiliki tanggung jawab terhadap seluruh masyarakat desa, termasuk mereka yang berbeda pilihan.


“Yang bertarung boleh berbeda, pilihan boleh berbeda, tetapi setelah proses demokrasi selesai, seluruh masyarakat harus kembali bersatu. Jangan karena Pilkades, hubungan keluarga, tetangga dan persaudaraan menjadi rusak,” ujarnya.

IKLAN