Iklan

Minggu, 07 Desember 2025, Desember 07, 2025 WIB
Last Updated 2026-06-23T06:43:11Z
EKONOMIHUKRIMPARIWISATAPERISTIWA

Silaturahmi Hangat di Rumah Yuditia Alamsyah Prayoga: Tokoh Dusun Prapak Bajurik Dorong Perbaikan Jalan dan Penanggulangan Bencana di Desa Banyu Urip

Advertisement


LOMBOK TENGAH – Suasana hangat dan penuh persaudaraan menyelimuti kediaman Yuditia Alamsyah Prayoga di Jalan Tiwu Galih, Lingkungan Ganti, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada hari Sabtu (6/12/2025). Acara silaturahmi yang diadakan di rumahnya – yang juga merupakan pusat pertemuan masyarakat lokal – dikunjungi oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Bajurik selaku tokoh terkemuka dari Dusun Prapak, Desa Banyu Urip.

 

Yuditia Alamsyah Prayoga sendiri menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Penanggulangan Bencana (KNPB) Kecamatan Praya sekaligus Ketua Masyarakat Penanggulangan Bencana (MPB) Desa Banyu Urip. Kedudukannya yang strategis menjadikan rumahnya sebagai titik temu alami bagi warga dan tokoh masyarakat yang ingin berbagi pemikiran tentang masalah yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan keamanan masyarakat.

 

"Acara silaturahmi seperti ini sangat penting bagi kita semua, terutama di tengah kesibukan sehari-hari. Ini adalah kesempatan untuk saling bertemu, berbagi cerita, dan lebih penting lagi – membahas masalah-masalah yang sebenarnya kita hadapi bersama di desa," ujar Yuditia dalam sambutannya di awal acara, yang dihadiri oleh lebih dari 40 orang tamu, termasuk tokoh dusun lain, perwakilan RT/RW, dan warga yang ingin ikut berpartisipasi.

 

Setelah acara makan bersama yang diisi dengan hidangan khas Lombok seperti plecing kangkung, ayam taliwang, dan nasi kuning, percakapan segera terarah ke isu-isu krusial yang menjadi perhatian masyarakat Desa Banyu Urip. Bajurik, yang dikenal sebagai tokoh yang jujur dan selalu berjuang untuk kepentingan warga, mengambil kesempatan ini untuk mengangkat dua masalah utama yang telah lama mengganggu kehidupan warga Dusun Prapak dan seluruh Desa Banyu Urip.

 

Pertama, Bajurik membahas soal kondisi jalan yang semakin memburuk. Menurutnya, jalan utama yang menghubungkan Dusun Prapak ke pusat desa dan jalan raya Kecamatan Praya telah rusak parah selama beberapa bulan terakhir. Lubang-lubang besar yang terbentuk, terutama setelah hujan lebat, membuat perjalanan sangat sulit bagi warga yang menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat.

 

"Kita semua melihat sendiri, kondisi jalan di sini semakin parah. Setiap hari, warga harus berhati-hati saat lewat, terutama pada malam hari. Banyak yang terjatuh dan terluka karena terjebak lubang. Bahkan, truk yang mengangkut hasil panen petani sulit melewati, sehingga banyak petani kesulitan menjual hasil panen mereka dengan harga yang layak karena biaya angkutan meningkat," ujar Bajurik dengan nada yang tegas namun penuh perhatian.

 

Dia menambahkan bahwa kondisi jalan yang buruk juga berdampak pada akses bantuan bencana saat terjadi kebakaran, longsor, atau banjir. "Kita tahu bahwa Desa Banyu Urip termasuk daerah yang rawan bencana, terutama banjir selama musim hujan. Jika jalan rusak seperti ini, bagaimana petugas pemadam kebakaran atau tim penanggulangan bencana bisa cepat tiba? Ini adalah masalah keamanan yang serius bagi seluruh warga," jelasnya.

 

Oleh karena itu, Bajurik dengan tegas meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dan Kecamatan Praya segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut. "Kita harapkan pemerintah tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak. Jalan adalah tulang punggung perekonomian dan keamanan masyarakat. Tanpa jalan yang baik, perkembangan desa kita akan terhambat," tegasnya, yang langsung mendapatkan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

 

Selain masalah jalan, Bajurik juga membahas tentang penanggulangan bencana di Desa Banyu Urip. Sebagai tokoh yang akrab dengan kondisi lapangan, dia menyampaikan beberapa usulan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, terutama banjir dan longsor yang sering terjadi di musim hujan.

 

"Kita perlu memperkuat sistem peringatan dini bencana, melakukan latihan evakuasi secara teratur, dan menyediakan tempat penampungan yang layak. Selain itu, kita juga harus meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah di saluran air, yang sering menjadi penyebab banjir," ungkap Bajurik.

 

Menanggapi paparan Bajurik, Yuditia Alamsyah Prayoga menyampaikan rasa setuju dan berjanji akan menindaklanjuti masalah tersebut ke instansi terkait. Sebagai Ketua KNPB dan MPB, dia mengatakan bahwa perbaikan jalan dan penanggulangan bencana adalah prioritas utama dalam program kerjanya.

 

"Kata-kata Bapak Bajurik sangat tepat dan mewakili keinginan seluruh warga. Saya akan segera membuat laporan resmi dan mengajukan usulan perbaikan jalan ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, kita juga akan merencanakan latihan evakuasi bencana secara luas di Desa Banyu Urip bulan depan dan membentuk tim penanggulangan bencana di setiap dusun," janji Yuditia.

 

Dia juga menambahkan bahwa akan bekerja sama dengan tokoh agama, lembaga kemasyarakatan, dan warga untuk meningkatkan kesadaran tentang penanggulangan bencana. "Penanggulangan bencana bukan tugas satu orang atau satu instansi, tetapi tugas bersama. Kita semua harus bekerja sama untuk melindungi diri sendiri dan sesama dari bahaya bencana," katanya.

 

Selama acara yang berlangsung sekitar tiga jam, banyak tamu yang turut berbicara dan memberikan usulan. Beberapa warga Dusun Prapak menceritakan pengalaman pribadi tentang kesulitan karena jalan yang buruk, sementara tokoh dusun lain berbagi ide tentang cara meningkatkan penanggulangan bencana di daerah masing-masing.

 

Acara berakhir dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama lokal, yang memohon agar masalah jalan dan bencana di Desa Banyu Urip segera teratasi, serta masyarakat dapat hidup damai dan sejahtera. Sebelum pulang, semua tamu berfoto bersama sebagai tanda kenangan dari silaturahmi yang penuh makna.

 

"Acara hari ini sangat berharga. Kita tidak hanya bertemu dan saling menyapa, tetapi juga berhasil membahas masalah-masalah yang sebenarnya. Semoga usulan kita segera direspon oleh pemerintah dan kita bisa melihat perubahan yang baik di Desa Banyu Urip segera," ujar Bajurik ketika diwawancarai sesaat sebelum pulang.

 

Yuditia juga menambahkan rasa harapnya terhadap masa depan Desa Banyu Urip. "Dengan semangat persaudaraan dan kerja sama yang kita miliki hari ini, saya yakin kita bisa mengatasi semua masalah yang ada dan membangun desa yang lebih baik bagi generasi mendatang," tutupnya.

 

 

IKLAN