Iklan

Rabu, 19 November 2025, November 19, 2025 WIB
Last Updated 2025-11-19T11:40:51Z

Yongkolan Adat Sasak: Perayaan Cinta dan Tradisi yang Memukau di Lombok Tengah

Advertisement

 



Praya, Lombok Tengah – NTB, [19 November 2025] – Suasana kebahagiaan dan kehangatan tradisi terpancar jelas dalam acara Yongkolan Adat Sasak yang digelar hari ini di Lombok Tengah. Perayaan ini diadakan untuk mengiringi kebahagiaan pasangan muda, Halimatus Sakdiyah dan Sahrudin, yang baru saja mengikat janji suci dalam akad nikah. Acara ini bukan hanya menjadi momen sakral bagi kedua mempelai, tetapi juga menjadi ajang pelestarian dan perayaan budaya Sasak yang kaya dan mempesona.

 

Yongkolan, sebagai salah satu bagian penting dari rangkaian pernikahan adat Sasak, memiliki makna mendalam sebagai simbol penghormatan kepada keluarga, masyarakat, dan leluhur. Prosesi ini juga merupakan wujud syukur atas bersatunya dua keluarga besar dalam ikatan pernikahan.

 

Acara Yongkolan ini dihadiri oleh ratusan tamu undangan, termasuk keluarga besar dari kedua mempelai, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pemuda-pemudi yang ingin menyaksikan dan mempelajari lebih dalam tentang tradisi adat Sasak. Kehadiran mereka menambah semarak suasana dan menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini dalam kehidupan masyarakat Lombok.

 

Halimatus Sakdiyah, putri dari Bapak H. Sujayadi, berasal dari Bodak, MT Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Sementara Sahrudin, sang pengantin pria, berasal dari Sakre, Lombok Timur. Keduanya tampil memukau dalam balutan busana adat Sasak yang sarat dengan makna filosofis. Busana yang mereka kenakan bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga representasi dari identitas budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Busana pengantin wanita, dengan warna-warna cerah dan motif yang khas, melambangkan keanggunan, kesucian, dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Sementara busana pengantin pria, dengan desain yang gagah dan berwibawa, melambangkan tanggung jawab, keberanian, dan perlindungan terhadap keluarga.

 

Suasana acara semakin semarak dengan iringan musik tradisional Gendang Beleq, yang merupakan salah satu ikon budaya Lombok. Alunan musik yang khas dan ritmis ini membangkitkan semangat dan kegembiraan para tamu undangan. Selain itu, ditampilkan pula tarian tradisional yang memukau, seperti Tari Gandrung dan Tari Cupak Gerantang, yang menceritakan kisah-kisah heroik dan romantis dari masa lalu.

 

Para penari, dengan gerakan yang gemulai dan ekspresif, berhasil memukau para penonton dan membawa mereka larut dalam suasana pesta yang meriah. Tarian-tarian ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan media untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

 

Acara Yongkolan ini berjalan lancar, tertib, dan penuh dengan rasa syukur. Keluarga besar dari kedua mempelai menyampaikan harapan dan doa agar Halimatus Sakdiyah dan Sahrudin dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Mereka juga berharap agar kedua mempelai dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Sasak.

 

Bapak H. Sujayadi, sebagai perwakilan dari keluarga pengantin wanita, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung acara ini. Beliau juga berharap agar tradisi Yongkolan dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata budaya yang unik di Lombok Tengah.

 

Yongkolan Adat Sasak bukan hanya sekadar acara pernikahan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Tradisi ini mengandung nilai-nilai luhur yang dapat mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan rasa cinta tanah air. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini agar tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

 

Acara Yongkolan Adat Sasak ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Sasak masih hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat Lombok. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat Lombok terus berupaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya mereka agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

IKLAN