Iklan

Advertisement
LAWGOS.ID
Senin, 24 November 2025, November 24, 2025 WIB
Last Updated 2025-11-25T02:58:31Z

Utang yang Tak Terbayar: Bakti Anak kepada Ibu Sepanjang Hayat

Advertisement


LOMBOK TENGAH, NTB – Ada satu utang yang tidak tertulis dalam catatan bank, tidak dihitung dalam angka, dan tidak bisa dilunasi meski dengan harta sebesar dunia. Itu adalah utang seorang anak kepada ibunya. Dari sejak dalam kandungan, seorang ibu telah mempertaruhkan nyawa demi kehidupan anaknya. Ia menanggung sakit, kegelisahan, bahkan ketakutan, hanya agar kehidupan baru bisa hadir di dunia. Saat anak lahir, ia merelakan tidur dan kenyamanannya diganti dengan tangisan, lelah, dan tanggung jawab yang tak pernah berhenti. Semua itu bukan transaksi, bukan pula permintaan imbalan, melainkan pengorbanan yang murni lahir dari kasih sayang.

 

Namun, sering kali manusia baru menyadari besarnya utang itu setelah kehilangan. Banyak anak merasa apa yang diberikan orang tua adalah hal biasa, seolah kewajiban yang tak perlu dihargai. Padahal, tidak ada satu pun manusia yang bisa memilih lahir tanpa ibu, dan tidak ada kehidupan yang bisa bertumbuh tanpa pengorbanan seorang perempuan. Pengabaian terhadap jasa ibu adalah pengabaian terhadap akar kehidupan itu sendiri. Rasa hormat dan terima kasih kepada ibu seharusnya bukan hanya diucapkan pada hari tertentu, melainkan hadir dalam sikap sehari-hari.

 

Utang anak kepada ibunya juga bukan tentang membalas secara materi. Sebab, tidak ada jumlah harta yang cukup untuk mengganti air mata, doa, dan kerja keras yang dicurahkan sepanjang hidup. Membalasnya adalah dengan berusaha menjadi manusia yang berharga, manusia yang menjaga martabat dirinya dan keluarganya. Ketika seorang anak berlaku jujur, berbuat baik, dan bermanfaat bagi orang lain, pada dasarnya ia sedang menghormati pengorbanan ibunya. Kehormatan anak adalah cermin kebesaran ibu.

 

Di sisi lain, setiap anak perlu menyadari bahwa kehidupan berjalan singkat. Sering kali kesempatan untuk membalas kasih ibu habis oleh kesibukan dan penundaan. Banyak yang baru menyesal ketika suara doa ibu tak lagi terdengar, ketika pelukan hangat hanya bisa dirindukan. Karena itu, waktu yang masih ada seharusnya digunakan untuk menunjukkan rasa terima kasih, entah dengan kata sederhana, perhatian kecil, atau sekadar hadir menemani. Kebahagiaan ibu sering kali bukan soal besar kecilnya hadiah, melainkan kehadiran anak yang tulus.

 

Seorang ibu di Lombok tengah kelurahan leneng lingkungan embung bengkel praya, Ibu Mahyuni, menuturkan, “Kasih ibu itu sepanjang masa. Tidak ada yang bisa menggantikannya. Melihat anak-anak bahagia dan sukses adalah kebahagiaan terbesar bagi seorang ibu.”

 

Akhirnya, utang kepada ibu memang tak akan pernah lunas, tetapi menyadari keberadaannya akan menuntun manusia menjadi lebih rendah hati. Ia akan selalu diingatkan bahwa keberadaannya di dunia adalah hasil perjuangan orang lain. Kesadaran ini melahirkan rasa hormat, cinta, dan tanggung jawab moral. Dan justru dalam ketidakmungkinan melunasi utang itu, seorang anak belajar tentang makna pengorbanan sejati: sesuatu yang tidak menuntut balasan, tetapi memberi makna sepanjang hayat.

 

Mari kita renungkan betapa berharganya sosok ibu dalam hidup kita. Jangan tunda untuk menunjukkan kasih sayang dan terima kasih selagi masih ada waktu.

IKLAN

Advertisement
LAWGOS.ID