Advertisement
Gerung, Lombok Barat – Gelombang protes terhadap kebijakan pemecatan tenaga honorer di Lombok Barat semakin memanas. Menyusul polemik pemecatan 1.600 tenaga honorer tanpa proses evaluasi yang jelas, berbagai elemen masyarakat sipil menyerukan aksi besar-besaran untuk mengepung Kantor Bupati Lombok Barat.
Aksi yang diberi tajuk "Giri Menang Memanggil" ini direncanakan akan digelar pada:
- Hari/Tanggal: Jumat, 31 Oktober 2025
- Waktu: 14.00 WITA - Selesai
- Tempat: Kantor Bupati Lombok Barat
- Titik Kumpul: Taman Kota Gerung
Seruan aksi ini datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tenaga honorer yang terancam kehilangan pekerjaan, lembaga gerakan, organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, hingga masyarakat umum yang peduli dengan isu ini.
"Melihat carut marutnya polemik pemecatan tenaga honorer tanpa melalui proses evaluasi, sebanyak 1.600 tenaga honorer dipaksa dipecat oleh Bupati Lobar yang tidak berdasar dan kebijakan tersebut tidak sesuai dengan semangat konstitusi," demikian bunyi seruan aksi yang beredar luas di media sosial dan grup-grup diskusi masyarakat.
Para penggagas aksi menilai kebijakan pemecatan ini tidak berdasar dan tidak sesuai dengan semangat konstitusi. Mereka juga menyoroti bahwa kebijakan ini diambil tanpa adanya proses evaluasi yang transparan dan adil terhadap kinerja para tenaga honorer.
"Mari kita rapikan barisan karena kekuasaan hari ini sedang membangun aliansi untuk memperkuat kepentingan dirinya sendiri, dan kita sebagai rakyat harus berjuang sendiri tanpa ada yang bela, maka jalan satu-satunya turun ke jalan," lanjut seruan tersebut.
Aksi ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Lombok Barat untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut keadilan bagi para tenaga honorer yang terancam kehilangan pekerjaan. Para peserta aksi juga menyerukan agar pemerintah daerah Lombok Barat lebih transparan dan akuntabel dalam mengambil kebijakan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
Aksi "Giri Menang Memanggil" ini diperkirakan akan menjadi salah satu aksi demonstrasi terbesar di Lombok Barat dalam beberapa tahun terakhir. Para peserta aksi berharap agar suara mereka didengar dan pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini.
#SaveTenagaHonorer
