Advertisement
Mataram, NTB - Ketua Lalat Hitam NTB, Manyeng, memberikan klarifikasi terkait adanya berita dari salah satu media yang tidak sepenuhnya akurat. Manyeng menyampaikan permohonan maaf kepada Dewan PKB yang telah disebutkan namanya dalam rilis berita tersebut.
"Kami atas nama pribadi dan lembaga mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Dewan PKB yang disebutkan namanya dalam rilis tersebut," kata Manyeng dalam keterangannya.
Manyeng menjelaskan bahwa Lalat Hitam NTB hanya menginginkan yang terbaik untuk semua pihak yang berseteru dalam insiden tersebut. Insiden tersebut telah menimbulkan kegaduhan di publik, terutama masyarakat Lombok Tengah.
"Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan karena kita semua adalah saudara yang berada dalam ruang lingkup yang sama, yaitu Lombok Tengah," tambahnya.
Menurut Manyeng, permasalahan terjadi ketika anggota Dewan Provinsi, Lalu Muhibban, mendatangi kantor PT. LNI bersama lima orang untuk menuntut dan mengambil mobil yang telah dicabut.
Lalu Muhibban menuturkan bahwa ia murni membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dan tidak ada niat untuk membuat gaduh di kantor PT. LNI hanya saja di sana sempat terjadi keributan oleh dua orang dengan beberapa pihak yang Dateng belakangan dan saya hanya melerai supaya tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan singkatnya saat di konfirmasi Media saat berada di rumahnya yang berada di desa beraim kecamatan Praya Tengah.
"Ditambahkan manyeng mengatakan Kami berharap semua pihak dapat memahami situasi ini dan tidak menyebarluaskan informasi yang tidak akurat," katanya.
Dengan demikian ketua umum Lalat Hitam berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kegaduhan lebih lanjut di masyarakat.
