Advertisement
Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terdapat sebuah lapangan yang menjadi saksi bisu pertarungan tradisional masyarakat Sasak, Peresean yang di adakan di Lapangan Otak Desa ini akan berlangsung selama dua puluh hari kedepan acara ini menjadi tempat berlangsungnya ritual budaya ini, acara pembukaan presean ini di hadiri dari berbagai undangan yakni Kapolsek batukliang, Koramil, kepala desa, perwakilan dari bupati, kepala KUA serta perwakilan camat batukliang.
Peresean adalah bentuk pertarungan antara dua pria yang disebut Pepadu, menggunakan rotan sebagai senjata dan perisai dari kulit kerbau atau sapi yang disebut Ende. Tujuan utama Peresean bukanlah permusuhan, melainkan untuk melatih fisik, mental, dan jiwa ksatria laki-laki Sasak.
Dalam pertarungan ini, Pepadu dituntut untuk menunjukkan sportivitas dan tidak boleh dendam. Setelah bertarung, mereka harus saling berpelukan sebagai tanda persaudaraan dan mempererat silaturrahmi.
"Saya selaku kepala urusan agama di wilayah batukliang sangat mengapresiasi acara ini, tentunya acara yang di lakukan sekali dalam setahun ini menjadi ajang moment silaturahmi antar warga Sepulau lombok dan juga peresean menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Lombok Tengah untuk menunjukkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai luhur masyarakat Sasak. Dengan demikian, Peresean tidak hanya menjadi ajang pertarungan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan antar masyarakat ucap Ainuddin Fahri saat di konfirmasi di Mantang pada Sabtu (6/9/2025).

