Iklan

Selasa, 19 Januari 2021, Januari 19, 2021 WIB
Last Updated 2021-01-19T15:10:57Z

Insentif Guru Madrasyah Dipotong Otomatis untuk Iuran BPJS, KKM NW Loteng Mengapresiasi

Advertisement

Ketua KKM NW Loteng H.Mahyun Azhar M.M.Pd 
Dan M.Munawar H M.HI Kepala Sekolah MA NW Darussolimin Sengkol Desa Mantang

Lombok Tengah-Para guru non pegawai negeri sipil (PNS) Yang bernaung di KKM Nahdlatul Wathon Lombok Tengah merasa bersyukur dan berterima kasih, karena mereka memiliki jaminan kesehatan. Itu lewat kebijakan pemerintah yang mengambil angsuran pembayaran BPJS Kesehatan.

Setiap bulan dana insentif mereka dipotong secara otomatis lewat BPJS Kesehatan setiap bulannya. Dengan begitu, mereka tidak dipusingkan dengan membayar sendiri ke BPJS Kesehatan. Itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Peresiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020.

Jaminan kesehatan tidak saja guru bersangkutan, tapi keluarga. Dari anak dan istri. Nilainya sebesar Rp 22.000 per bulan dengan tanggungan lima anggota keluarga, kalau mandiri sebesar Rp 60.000 per bulan per orang, kalau dikalikan lima, maka nilainya sebesar Rp 300.000 per bulan dengan tanggungan lima anggota keluarga. Itu dengan kelas yang sama.

Iuran BPJS Kesehatan diambil langsung Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN). "Kami merasa bersyukur karena pemerintah memberikan fasilitas kepada kami guru non PNS. Alhamdulillah," kata Ketua KKM  Nahdatul Wathon Lombok Tengah, H.Mahyun Azhar M.M,Pd pada wartawan, Selasa (19-1-2020).

Atas nama guru non PNS, H.Mahyun merasa terbantu dengan kebijakan yang ada tersebut. "Alhamdulillah, kami tidak dipusingkan dengan membayar sendiri. Tapi cukup lewat insentif yang kami terima setiap bulan," kata pria yang juga menjadi guru di Madrasyah MTS NW Desa Pengadang.

Hal yang sama disampaikan Kepala Madrasyah Aliah (MA) NW Darussolimin Sengkol Desa Mantang , Munawir. Baginya iuran yang diambil dari insentif guru memang sangat membantu mereka yang saat ini berstatus non PNS. Karena baginya, jaminan kesehatan ini sangat penting bagi para tenaga pendidik ini.

“Perhatian pemerintah sudah sangat laur biasa,  kita merasa bersyukur, karena iuran yang hanya Rp 22 ribu untuk anggota keluarga dan ketimbang kita lakukan perorang atau BPJS mandiri,”terangnya.

IKLAN