Advertisement
Lombok Tengah,-Harga eceran Pupuk bersubsidi untuk Petani di Lombok Tengah mahal di duga di mainkan oleh beberapa oknum. Selasa, 19/01/2020
Dari hasil investigasi, Ketua Alarm NTB, Lalu Hizzi menemukan Gebungan Kelompok Tani (Gapoktan) menjual pupuk urea bersubsidi ke Petani kecil dengan harga yang sangat fantastis yakni, Rp. 250.000/kwintalnya.
Padahal dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 49 Tahun 2020. pada tanggal, 30 Desember 2020. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang di jual ke Petani, Perkebunan, Peternak dan budidaya, sebagai berikut, Urea per kg Rp 2.250, per karung Urea Rp 112.500, ZA per kg Rp 1.700, untuk per karungnya Rp 85.000, SP – 36 per Kg Rp 2.400 sedangkan perkarungnya Rp 120.000.
Menyikapi Prihal tersebut, Lalu Hizzi, meminta Pemerintah mencari terobosan, agar Pupuk bersubsidi mudah di dapat oleh Para Petani, guna meningkatkan Produktivitas Pertanian.
“Pemerintah harus memastikan tidak terjadinya kelangkaan pupuk dan mengupayakan pupuk mudah didapat petani dengan harga murah tanpa banyak aturan” Imbuhnya
Oleh sebab itu, Pria berambut panjang ini, menuturkan, kebijakan pupuk bersubsidi
tersebut harus berpihak kepada Petani kecil, jangan sampai harganya terlalu mahal
“permainan harga ini sungguh memberatkan petani dan ini bisa membuat petani tidak bersemangat melakukan kegiatan usaha tani.” Kata Lalu Hizzi
“Pupuk bersubsidi ini sangat langka di Lombok Tengah PPL jangan hanya diam dan berpangku tangan ayo bantu petani.” sambungnya.
Di mainkan harga Pupuk bersubsidi tersebut, Lalu Hizzi meminta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), untuk mengontrol dan menindak distributor-distributor Pupuk yang bermain, dan mengambil keuntungan di tengah penderitaan Petani.
"Coba PPL turun mengechek dan mengontrol dan beri pelajaran bagi penjual pupuk bersubsidi dengan harga yang sangat mahal seperti itu dan pastikan 6T harus terlaksana pada petani yakni, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu.” Ujar Lalu Hizzi
Lebih Jauh, Lalu Hizzi juga berharap, dalam kondisi Pandemi saat ini, Pemerintah memberikan atensi khusus terhadap nasib Petani.
“Pada masa pandemi ini, saya berharap pada Pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada petani dengan cara mengalokasikan anggaran subsidi pupuk yang signifikan sebagai insentif untuk meningkatkan produktivitas pertanian kita.” Tutup Lalu Hizzi
