Iklan

Selasa, 27 Oktober 2026, Oktober 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-27T09:57:25Z

Ketua GPK NTB: Jaga Solidaritas GPK NTB Hormati Hasil Muhtamar X dan Besarkan PPP Untuk Umat

Advertisement


MATARAM - Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Provinsi Nusa Tenggara Barat Yas Arman menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan menghormati hasil Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta yang mengamanatkan H. Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP.


Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi pemberitaan mengenai kritik Sekretaris Jenderal GPK, M. Thobahul Aftoni, terhadap kebijakan DPP PPP terkait pergantian antarwaktu (PAW) sejumlah anggota DPRD di beberapa daerah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Ketua GPK NTB menilai bahwa setiap pernyataan yang disampaikan oleh pengurus organisasi perlu ditempatkan secara proporsional dan tidak serta-merta dianggap mewakili sikap kelembagaan GPK secara nasional, terlebih apabila belum melalui mekanisme pengambilan keputusan organisasi.


“Pernyataan seorang pengurus, termasuk Sekretaris Jenderal, tidak otomatis menjadi sikap resmi organisasi secara keseluruhan. GPK memiliki mekanisme dan tata kelola organisasi yang harus dihormati. Karena itu, setiap pernyataan yang membawa nama organisasi harus disampaikan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Yas Arman Selaku 

Ketua GPK NTB juga meminta M. Thobahul Aftoni untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pandangan di ruang publik, khususnya menyangkut dinamika internal DPP PPP. Banyaknya pemberitaan tentang GPK yang tidak sejalan dengan Partai itu adalah pendapat pribadi, GPK akan selalu menjaga dan mengawal kepengurusan PPP yang disahkan oleh menkum.


“Kami meminta agar pernyataan-pernyataan yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh suasana internal PPP dihentikan. Jika terdapat persoalan organisasi, mari selesaikan melalui dialog, klarifikasi, dan mekanisme yang berlaku. Jangan sampai perbedaan pandangan justru menjadi pemicu perpecahan di antara sesama kader,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa GPK sebagai organisasi kader harus mampu menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi perbedaan pendapat. Ruang publik, menurutnya, seharusnya dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan dan memperkuat perjuangan organisasi, bukan memperluas polemik internal.



Lebih lanjut, Ketua GPK NTB mengajak seluruh kader Gerakan Pemuda Ka’bah di Indonesia untuk menghormati dan mengawal hasil Muktamar X PPP di Jakarta yang mengamanatkan H. Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP.

Ia menilai konsistensi dalam menghormati keputusan organisasi merupakan bagian penting dalam membangun kepastian kepemimpinan dan menjaga keberlangsungan perjuangan partai.

“Kami mengajak seluruh kader GPK di Indonesia untuk tetap solid, menghormati hasil Muktamar X PPP, dan menjalankan perjuangan organisasi sesuai mekanisme yang berlaku. Jangan sampai energi kader habis hanya untuk polemik yang berkepanjangan, sementara tugas membesarkan partai dan memperjuangkan aspirasi umat membutuhkan kerja nyata,” tegasnya.


Menurutnya, dinamika politik dan perbedaan pandangan harus disikapi dengan kedewasaan. Seluruh kader diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan atau pernyataan yang belum terverifikasi secara menyeluruh.


Ketua GPK NTB menegaskan bahwa tantangan GPK ke depan adalah memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kader, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap PPP.


Ia mengingatkan bahwa soliditas bukan berarti menutup ruang kritik, melainkan memastikan bahwa setiap perbedaan disampaikan melalui cara yang bertanggung jawab dan tidak mengorbankan persatuan organisasi.

“GPK harus menjadi kekuatan pemuda yang solid, dewasa, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi partai serta masyarakat. Kita harus kembali pada tujuan utama, yaitu membesarkan PPP dan memperjuangkan aspirasi umat. Jangan biarkan polemik menghambat kerja-kerja organisasi,” tambahnya.


Menutup pernyataannya, Ketua GPK NTB mengajak seluruh kader untuk menjaga persaudaraan, memperkuat komunikasi, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling melemahkan.


“Satu Komando, Satu Perjuangan. Jaga Soliditas GPK, Hormati Hasil Muktamar X, dan Besarkan PPP untuk Perjuangan Umat!” pungkasnya.

IKLAN