Iklan

Rabu, 05 Agustus 2026, Agustus 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-05T22:31:27Z

PMI NTB Distribusikan 106.500 Liter Air Bersih Kepada 6.027 Jiwa Penerima Manfaat

Advertisement


Mataram – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB memulai operasi tanggap kekeringan dengan menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak di Nusa Tenggara Barat menyusul potensi dampak fenomena El Nino yang diprakirakan berlangsung lebih panjang hingga awal 2027. Kick off distribusi air bersih skala provinsi dilaksanakan di Sekretariat PMI NTB, Kota Mataram, Rabu (5/8/2026).


Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI NTB, Ns. Lalu R. Doddy Setiawan, mengatakan langkah tersebut merupakan respons atas peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem pasca-El Nino 2026.


“Informasi dari BMKG menunjukkan El Nino tahun ini datang lebih cepat, durasinya lebih lama, dan dampaknya memicu suhu lebih panas. Ini menjadi atensi khusus PMI Pusat bersama mitra internasional seperti Federasi Palang Merah Internasional (IFRC), American Red Cross, serta Australian Red Cross,” katanya.


Berdasarkan data pemantauan PMI NTB dan PMI Pusat, selama sepekan awal operasi telah didistribusikan 106.500 liter air bersih kepada 6.027 jiwa penerima manfaat. Bantuan tersebut menjangkau 20 titik lokasi di 12 desa/kelurahan yang tersebar pada sembilan kecamatan. Penentuan wilayah prioritas dilakukan berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


“Saat ini, lima daerah target menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Kelima wilayah tersebut mencakup Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Kabupaten Bima,” ujarnya.


Doddy menjelaskan, status di wilayah terdampak masih berada pada level siaga darurat dan belum meningkat menjadi tanggap darurat. Meski demikian, distribusi air bersih harus segera dilakukan untuk mencegah masyarakat mengalami krisis kebutuhan dasar dan gangguan kesehatan. Menurutnya, penyaluran air bersih merupakan program rutin PMI setiap musim kemarau, baik atas inisiatif organisasi maupun berdasarkan permintaan masyarakat.


Ia menambahkan, PMI telah menyiapkan skema distribusi air bersih secara berkala dan terstruktur mengingat prediksi El Nino yang berpotensi berlangsung hingga 2027. Seluruh jajaran PMI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan bergerak dalam satu komando PMI Pusat untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.


“Kerja ini adalah kerja kemanusiaan yang bersifat kolektif. Kami berada di bawah satu komando PMI Pusat. Selama dampak kekeringan ini dirasakan dan memanjang, pendistribusian air bersih akan terus digulirkan secara berkesinambungan sesuai peta kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” pungkasnya

IKLAN