Iklan

Rabu, 15 Juli 2026, Juli 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-15T18:09:05Z

TGH Mukhlis Ibrahim Minta TV One Klarifikasi dan Minta Maaf secara Terbuka

Advertisement
TGH Mukhlis Ibrahim
Pimpinan Ponpes AL-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat 

Lombok Barat - Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, Lombok Barat, menyampaikan keberatan atas penggunaan visual pesantrennya dalam tayangan salah satu televisi nasional terkait dugaan pembakaran santri di pondok pesantren lain di Lombok Tengah.

TGH Mukhlis Ibrahim menilai penggunaan gambar gerbang Ponpes Al-Ishlahuddiny sebagai ilustrasi pemberitaan tidak sesuai dengan konteks dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya para wali santri.

"Karena fakta visualnya tidak sama dengan apa yang ada di siaran TV itu... seolah ada pemahaman ada anak terbakar di Islahuddiny, padahal di sini tidak ada apa-apa," ujarnya Rabu (16/7) Malam.

Ia meminta pihak TV One menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka. "Saya minta kepada TV One pusat supaya menyampaikan permintaan maaf lewat televisi... bahwa itu tidak terjadi di Islahuddiny," tegasnya.


Protes Keras Juga Muncul dari masyarakat Lombok dan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlahuddiny.

Protes ini mencuat setelah program berita “Kabar Pagi” menggunakan cuplikan visual gerbang Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri, Lombok Barat. Mereka menggunakan gambar itu sebagai pembuka untuk pemberitaan kasus santri yang terbakar di sebuah pesantren di Lombok Tengah.

Salah satu warganet yang mengaku sebagai alumni Ponpes, Zafran Thabroni, langsung melayangkan protes melalui media sosial. Ia mengatakan hal tersebut termasuk dalam kategori pencemaran nama baik ungkapnya

Sementara itu, keluarga besar pesantren, alumni, jamaah, dan simpatisan dikabarkan berencana menyampaikan aspirasi secara damai ke Kantor Biro TV One Mataram dan KPID NTB, dengan harapan adanya klarifikasi, hak jawab, serta permohonan maaf apabila ditemukan kekeliruan dalam penggunaan materi visual.

IKLAN