Advertisement
Mataram-Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram, menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (23/6/2026).
Aksi tersebut berlangsung sejak sore hingga malam di ruas Jalan Pejanggik, Kota Mataram. Mereka menuntut agar program makan bergizi gratis (MBG) hingga program koperasi desa merah putih (KDMP) dibubarkan.
Menurut mereka, dua program ini rentan dikorupsi oleh para pejabat di dalamnya, berkaca dari kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) potensi penyelewengan dana sangat besar.
"Presiden Prabowo ingin memberantas korupsi tetapi dia justru membuat program yang rentan dikorupsi, oleh karena itu kami ingin dua program ini di hapus," kata Bendahara PMII Mataram, Sofyan dalam orasinya.
Pantauan Redaksi89 antara massa aksi dengan aparat kepolisian yang berjaga sempat terlibat saling dorong, karena mereka ingin masuk ke Kantor Gubernur NTB.
Saat aksi dorongan tersebut, salah satu massa aksi terluka pada bagian hidung dan mulut. Para pendemo juga sempat melakukan aksi pembakaran di depan gerbang Kantor Gubernur NTB.
Mereka menuntut agar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menemui massa aksi, namun sampai dengan malam mereka tidak ditemui oleh orang nomor satu di NTB itu karena sedang berada di luar daerah.
Begitupun dengan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri sedang berada di Pulau Sumbawa, sehingga mereka meminta agar ditemui oleh Sekertaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair.
Aksi penolakan MBG ini berbeda dengan demonstrasi yang digelar sehari sebelumnya. Pada Senin (22/6/2026), sejumlah kelompok masyarakat justru menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
