Advertisement
Lombok Tengah — Menanggapi beredarnya video viral yang menuai polemik di tengah masyarakat, Bupati Lombok Tengah (Loteng) memberikan klarifikasi melalui sambungan telepon kepada awak media.
Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikannya sebelumnya tidak memiliki maksud untuk menyinggung pihak mana pun ataupun memperkeruh suasana. Ia menjelaskan bahwa sebagai kepala daerah, tujuannya adalah meredam polemik yang berkembang akibat perbedaan pemahaman informasi di masyarakat.
Bupati memaparkan bahwa hingga saat ini terdapat lebih dari 2.200 dapur di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah mampu melayani sekitar 60 juta layanan, khususnya untuk anak-anak dan ibu hamil. Program tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan lebih dari satu juta pekerja yang terlibat.
“Artinya, kita yang dalam kondisi sehat sekarang pun tetap harus mengikuti aturan hidup sehat. Walaupun makanan yang disajikan bergizi, tidak menutup kemungkinan tetap dapat terjadi keracunan. Namun hal itu bukan berarti kita menyetujui atau membenarkan kejadian tersebut secara serta-merta,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk menganggap remeh kejadian yang terjadi, melainkan sebagai penjelasan agar masyarakat memahami konteks dan tujuan dari kebijakan yang dijalankan.
Lebih lanjut, bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional, Bupati juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengunggah dan menyebarkan konten di media sosial, khususnya video yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Di Hari Pers Nasional ini, saya mengajak kita semua untuk lebih bijak dalam meng-upload dan membuat video, agar tidak menimbulkan polemik yang dapat memperkeruh suasana,” pungkasnya saat diwawancarai melalui aplikasi WhatsApp.
