Iklan

Jumat, 23 Januari 2026, Januari 23, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-23T06:43:12Z
BERITAEKONOMIHeadlineHUKRIMPARIWISATAPERISTIWA

Dorong Pemekaran Lombok Tengah, Ketua Umum DPP Sasaka Nusantara NTB: Praya Harus Segera Jadi Kota Madya

Advertisement


Mataram- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Sasaka Nusantara Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Ibnu Hajar, mengemukakan tekad yang kuat untuk mendorong pemekaran Kabupaten Lombok Tengah, dengan tujuan utama agar ibu kota daerah tersebut, Praya, dapat segera menjadi Kota Madya Praya. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat laju pembangunan di wilayah tersebut.

 

"Pemekaran bukan hanya soal pembagian wilayah semata, tetapi tentang bagaimana kita bisa memberikan pelayanan publik yang lebih baik, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Lombok Tengah," ujar H. Lalu Ibnu Hajar dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan secara daring, Kamis (23/1/2026).

 

Profil Praya: Potensi Besar yang Menunggu Pengembangan

 

Praya, yang menjadi ibu kota Kabupaten Lombok Tengah, memiliki populasi sekitar 131.929 jiwa pada tahun 2023, dengan kepadatan penduduk mencapai 4.239 jiwa per kilometer persegi dan luas wilayah sekitar 31,12 km². Secara sejarah, wilayah ini merupakan salah satu desa tua di Lombok yang telah menjadi pusat kegiatan masyarakat, kebutuhan, dan kebudayaan sejak zaman dahulu kala.

 

Saat ini, Praya memiliki potensi besar dalam berbagai sektor utama. Bidang pertanian menjadi tulang punggung ekonomi sebagian besar masyarakat, sementara perdagangan terus berkembang dengan adanya pasar induk Renteng, bank-bank swasta dan pemerintah, serta berbagai bentuk usaha ritel modern yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, sektor pariwisata juga menunjukkan prospek yang cerah, terutama dengan adanya keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berada tidak jauh dari wilayah ini.

 

Dengan menjadi Kota Madya, Praya diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial yang lebih maju. H. Lalu Ibnu Hajar menjelaskan bahwa status kota madya akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan keuangan daerah, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

 

"Sasaka Nusantara sebagai organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada kolaborasi pembangunan ekonomi, sosial, dan infrastruktur di NTB, siap memberikan dukungan penuh dalam upaya mewujudkan pemekaran ini," jelasnya. Organisasi ini juga berkomitmen untuk menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengembangkan potensi lokal Praya dan sekitarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Sasaka Nusantara juga mengemukakan pandangan terkait pengembangan pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah. Menurut mereka, Bupati Lombok Tengah saat ini, H. Lalu Pathul Bahri, dinilai masih "setengah hati" dalam menjalankan program pengembangan pariwisata.

 

"Untuk membuat Lombok Tengah maju dan sejahtera, prioritas pembangunan harus diarahkan pada pengembangan pariwisata di bagian Selatan Lombok," tegas salah satu sumber dari Sasaka Nusantara. Wilayah Selatan Lombok menyimpan berbagai potensi wisata alam yang eksotis seperti Pantai Kuta Lombok, Pantai Mawun, dan Pantai Mawi, serta warisan budaya masyarakat Sasak yang kaya dan perlu dilestarikan dengan baik.

 

"Pengembangan pariwisata harus dilakukan secara selaras dengan pelestarian budaya dan lingkungan, sehingga dapat membawa manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian masyarakat lokal," tambahnya.

 

Perlu dicatat bahwa wacana pemekaran wilayah di NTB tidak hanya terjadi di Lombok Tengah. Sebelumnya, telah ada usulan pembentukan tiga calon provinsi baru di provinsi ini, salah satunya adalah Provinsi Lombok Tengah yang akan dipisahkan dari NTB, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan dan mempercepat pembangunan ekonomi sektor perdagangan dan jasa. Namun, hingga saat ini, usulan pemekaran ini masih menghadapi hambatan karena adanya moratorium pembentukan daerah otonom baru yang berlaku, kecuali untuk wilayah dengan otonomi khusus seperti Papua.

 

Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga telah melakukan beberapa langkah untuk mengembangkan wilayah Praya, seperti yang terlihat dari resmikannya Taman Alun-Alun Tastura Muhajirin pada akhir tahun 2024. Taman ini, yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp5 miliar, memiliki fasilitas lengkap seperti musholla, area bermain anak-anak, dan kios khusus untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta diharapkan dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sung Kul, menyampaikan bahwa pembangunan taman ini merupakan bagian dari upaya menyambut kemajuan pariwisata pasca-KEK Mandalika dan menjadikan Lombok Tengah sebagai salah satu kabupaten ternyaman di Indonesia.

 

Untuk mewujudkan pemekaran Praya menjadi Kota Madya, Sasaka Nusantara berencana untuk melakukan berbagai langkah, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, melakukan kajian mendalam terkait kelayakan pemekaran, serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk pemerintah provinsi NTB dan pemerintah pusat.

 

"Kita menyadari bahwa pemekaran bukanlah proses yang mudah, tetapi dengan dukungan bersama dan komitmen yang kuat dari semua pihak, kita yakin bahwa tujuan ini dapat terwujud dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Lombok Tengah," pungkas H. Lalu Ibnu Hajar.

 

 

IKLAN