Iklan

Senin, 08 Desember 2025, Desember 08, 2025 WIB
Last Updated 2026-06-23T06:43:11Z
EKONOMIHUKRIMPARIWISATAPERISTIWA

Putri Cantik dari Bengkel Kecamatan Labuapi, Airin Saputri (18), Jadi Wajah Muda Kegiatan Adat Sasak Nyongkolan

Advertisement

 


 Oleh: Surniati

LABUAPI, LOMBOK BARAT – Di tengah keindahan alam Lombok Barat, tepatnya di Kecamatan Labuapi, terdapat sosok putri cantik berusia 18 tahun yang menjadi sorotan karena kesukaan dan dedikasinya terhadap budaya Sasak. Namanya Airin Saputri, anak dari keluarga yang berdagang di bengkel, yang tidak hanya dikenal karena kecantikannya tetapi juga keaktifannya dalam mempertahankan tradisi lokal, terutama kegiatan adat nyongkolan.

 

Airin tumbuh di lingkungan yang sangat menghargai budaya. Sejak kecil, ia sering menyaksikan kegiatan nyongkolan – upacara adat Sasak yang biasanya dilakukan untuk merayakan hari raya, pernikahan, atau acara penting lainnya, yang diisi dengan tarian tradisional, musik gendang beleq, dan pakaian adat yang indah. Tanpa disuruh, Airin secara aktif ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan nyongkolan di daerahnya, baik sebagai peserta tarian maupun membantu menyusun acara.

 

Selain sibuk dengan kegiatan adat, Airin juga dikenal sebagai anak yang rajin membantu orang tuanya di bengkel. Setiap hari setelah beraktivitas luar, ia akan langsung ke bengkel untuk membantu mencuci peralatan, melayani pelanggan, atau membantu pekerjaan yang bisa ia lakukan. "Airin adalah anak yang sangat sabar dan pekerja keras. Ia tidak pernah mengeluh meskipun harus bolak-balik antara membantu di bengkel dan mengikuti kegiatan adat," ujar ibunya dengan bangga.

 

Kegiatannya dalam mempertahankan budaya Sasak membuat Airin menjadi inspirasi bagi anak muda di sekitarnya. Banyak teman sebaya yang semula kurang menyadari pentingnya budaya lokal, kini juga mulai tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam nyongkolan setelah melihat semangat Airin. Para tokoh adat di Kecamatan Labuapi juga memberikan pujian tinggi kepada Airin, menyebutnya sebagai "wajah muda budaya" yang berpotensi membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

 

Airin sendiri mengaku senang bisa membantu orang tuanya dan mempertahankan budaya nenek moyang. "Budaya Sasak adalah warisan kita yang harus dijaga. Saya senang bisa ikut nyongkolan, dan juga senang bisa membantu orang tua di bengkel. Kedua hal itu sama-sama penting bagi saya," ujar Airin dengan senyum.

 

Dengan semangatnya yang tidak padam, Airin berharap bisa terus mengikuti kegiatan nyongkolan dan bahkan mengembangkannya agar lebih dikenal oleh banyak orang. Ia juga berharap bisa mendapatkan dukungan agar bisa belajar lebih dalam tentang budaya Sasak, sehingga bisa menjadi pemimpin muda yang mampu mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya daerahnya.

 

 

IKLAN