Iklan

Selasa, 09 Desember 2025, Desember 09, 2025 WIB
Last Updated 2026-06-23T06:43:12Z
EKONOMIHUKRIMPARIWISATAPERISTIWA

Jaswadi Resmi Nahkodai Media Reskrim NTB: Tegas, Lugas, Siap Bongkar Fakta di Lapangan

Advertisement

 


 

Praya, 10 Desember 2025 – Menjelang pergantian tahun yang penuh harapan, dunia jurnalisme investigasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menyala dengan energi baru. Sosok Jaswadi, yang dikenal dengan sikap tegas dan keberanian turun langsung ke lapangan, kini resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Reskrim NTB. Penunjukan ini bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan ditandai sebagai awal era baru jurnalisme yang tajam, berani, dan tegas memegang teguh prinsip independensi.

 

Acara penyerahan jabatan yang diadakan di kantor Media Reskrim NTB di Praya, Lombok Tengah, dihadiri oleh anggota tim jurnalis, tokoh masyarakat, serta beberapa perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bekerja di bidang advokasi kebenaran. Dalam pidatonya, Jaswadi tidak ragu mengutarakan visi yang tegas: membangun media yang benar-benar "untuk masyarakat" tanpa terikat kepentingan apapun.

 

"Media Reskrim hadir untuk masyarakat. Kami bekerja atas dasar fakta dan integritas, bukan kepentingan kelompok atau individu tertentu," tegas Jaswadi saat menyampaikan pidato perkenalan. Ia menambahkan, di era di mana informasi mudah menyebar namun juga rawan dengan hoaks dan penyimpangan, tugas media investigasi menjadi semakin kritis – bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga memverifikasi, menyelidiki, dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik permukaan.

 

Sebelum menjabat di Media Reskrim NTB, Jaswadi telah menorehkan jejak di dunia jurnalisme selama lebih dari 15 tahun. Ia mulai karirnya sebagai wartawan lapangan di sebuah surat kabar lokal di Lombok, di mana ia sering turun langsung ke daerah terpencil untuk meliput kasus-kasus yang jarang diperhatikan oleh media utama. Dari kasus ketidakadilan sosial di pedesaan hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di daerah terpencil, Jaswadi telah membuktikan keahliannya dalam mengumpulkan bukti dan menyampaikan cerita dengan cara yang jujur dan mudah dipahami.

 

"Pengalaman turun ke lapangan itu yang mengajarkan saya, bahwa kebenaran tidak akan muncul dengan sendirinya – kita harus mencari, bertahan, dan berani menyampaikannya meskipun ada rintangan," ujarnya. Dengan latar belakang tersebut, Jaswadi bertekad membawa tim Media Reskrim NTB menjadi "garda terdepan" dalam menyampaikan informasi yang akurat dan jujur di tengah era informasi yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

 

Fokus Utama: Dari Lapangan Langsung ke Meja Masyarakat

 

Dalam rapat pertama dengan timnya setelah penunjukan, Jaswadi mengumumkan fokus utama Media Reskrim NTB ke depan yang lebih terstruktur dan terarah. Empat poin utama yang akan menjadi prioritas adalah:

 

Pertama, pemberitaan investigasi langsung dari lokasi kejadian. Jaswadi menekankan bahwa tim akan selalu berusaha hadir di tempat terjadinya insiden, bukan hanya mengandalkan laporan dari pihak ketiga. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan akurat, serta mengumpulkan bukti yang kuat.

 

Kedua, penindakan laporan masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Media Reskrim NTB akan membuka saluran laporan yang mudah diakses oleh siapa saja – dari warga pedesaan hingga pekerja migran – dan akan menindaklanjuti setiap laporan dengan serius, tanpa tebang pilih atau memandang status sosial pelapor.

 

Ketiga, pengungkapan kasus yang kurang diperhatikan media lain. Banyak kasus yang merugikan masyarakat, terutama yang menyangkut kelompok lemah, seringkali luput dari perhatian media utama. Jaswadi berjanji bahwa Media Reskrim NTB akan fokus pada kasus-kasus ini, seperti penipuan terhadap warga miskin, pungli di layanan publik, dan masalah perburuhan migran (TKI/TKW) yang kesulitan mendapatkan hak mereka.

 

Keempat, penegakan independensi dan kode etik jurnalistik yang ketat. Jaswadi menekankan bahwa setiap laporan yang dihasilkan harus melalui proses verifikasi yang ketat, dan tim harus selalu memegang teguh prinsip integritas. "Kita tidak akan membuat berita yang tidak terverifikasi, dan kita tidak akan menerima apapun yang dapat merusak independensi kita," tegasnya.

 

Harapan Menjelang Tahun Baru 2026: NTB yang Aman dan Tenteram

 

Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, Jaswadi menyampaikan doa dan harapannya kepada seluruh masyarakat NTB. Ia berharap bahwa dengan kerja sama antara media, masyarakat, dan lembaga terkait, NTB dapat menjadi daerah yang lebih aman, tenteram, dan damai.

 

"Semoga di tahun 2026, NTB semakin aman, tenteram, dan damai. Mari bersama menjaga daerah kita dari berbagai bentuk kejahatan dan penyimpangan informasi," ujarnya. Ia menambahkan, media investigasi memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sadar dan kritis, sehingga setiap orang dapat berpartisipasi dalam memelihara keadilan dan kebenaran.

 

Reaksi dari masyarakat dan tokoh lokal terhadap penunjukan Jaswadi juga sangat positif. Ketua LSM "Peduli NTB", Siti Nurhaliza, menyatakan bahwa mereka sangat mengapresiasi komitmen Jaswadi untuk mengungkap kebenaran. "Kita butuh media yang berani seperti ini di NTB, terutama untuk menangani kasus-kasus yang sensitif dan seringkali disembunyikan," katanya.

 

Semangat "Tegas • Lugas • Tuntas" sebagai Pedoman

 

Di akhir acara penunjukan, Jaswadi bersama seluruh tim Media Reskrim NTB menyatakan tekad untuk bekerja dengan semangat "Tegas • Lugas • Tuntas". Kata-kata ini bukan hanya semata-mata moto, melainkan pedoman dalam setiap langkah pekerjaan – tegas dalam memegang prinsip, lugas dalam menyampaikan fakta, dan tuntas dalam menyelidiki setiap kasus.

 

"Dengan semangat ini, Media Reskrim NTB di bawah kepemimpinan saya siap terus hadir di tengah masyarakat sebagai media yang berani, peduli, dan berpihak pada kebenaran," tegas Jaswadi. Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa masyarakat akan terus mendukung kerja media investigasi, karena tanpa dukungan mereka, kebenaran akan sulit terungkap.

 

 

IKLAN