Advertisement
KEDIRI – Di sudut perumahan BTN Graha Kertika Perdana, Kediri, yang seringkali sibuk dengan aktivitas warga sehari-hari, terdapat sebuah rumah sederhana yang menyembunyikan cerita keberhasilan yang mengagumkan. Di situ tinggal Fatir Jailani, seorang anak sekolah dasar yang berasal dari keluarga biasa tetapi berhasil membanggakan nama sekolahnya, komunitas, dan bahkan sampai tingkat kabupaten melalui prestasi yang diraih dengan ketekunan yang luar biasa.
Belajar di SD Yusuf Abdul Satar Kediri, Fatir bukan hanya seorang murid yang rajin, melainkan juga yang selalu konsisten menempati peringkat 1 di kelasnya sejak masuk sekolah. Banyak teman sekelasnya mengaku terinspirasi oleh kebiasaan Fatir yang selalu tiba duluan di kelas, aktif bertanya kepada guru, dan tidak ragu membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran. Guru-gurunya juga memberikan pujian tinggi kepada anak ini, menyebutnya sebagai murid yang memiliki semangat belajar yang luar biasa meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan.
"Fatir selalu datang dengan persiapan yang baik, bahkan ketika kadang ia harus berjalan jauh ke sekolah karena keluarga tidak mampu memiliki kendaraan. Ia tidak pernah mengeluh, malah lebih giat belajar untuk membuktikan bahwa kondisi tidak akan menghalangi keberhasilan," ujar Bu Siti, guru kelas Fatir, dengan nada bangga.
Perjalanan prestasi Fatir dimulai ketika ia terpilih oleh sekolah untuk mengikuti lomba akademik di tingkat kecamatan. Pada awalnya, ia sedikit ragu karena takut tidak mampu bersaing dengan anak-anak dari keluarga yang ekonominya biasa aja, yang mungkin memiliki akses ke buku tambahan atau les privat. Namun, dukungan dari keluarga dan guru membuatnya bangkit dan lebih tekun. Setiap malam, setelah membantu ibunya mengurus pekerjaan rumah tangga, Fatir akan belajar di depan lampu senter atau cahaya lilin ketika listrik padam – kondisi yang sering dialami di perumahannya.
Perjuangannya tidak sia-sia. Pada hari pelaksanaan lomba tingkat kecamatan, Fatir berhasil menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dan meraih juara pertama. Kemenangan itu bukan hanya membuatnya senang, melainkan juga membuka pintu untuk melangkah ke tingkat kabupaten. Saat itu, seluruh sekolah dan komunitas BTN Graha Kertika Perdana merayakan keberhasilan anak muda ini, yang dianggap sebagai bintang baru di lingkungannya.
"Ia tidak pernah bosan belajar, selalu giat meskipun kondisi keluarga tidak memadai. Kadang saya merasa sedih karena tidak bisa memberikan yang terbaik untuknya, tetapi lihatlah, ia mampu meraih prestasi dengan sendirinya," ujar ibunya, Ibu Nurhayati, sambil menahan air mata bangga. Ia menambahkan, harapannya Fatir bisa mendapatkan bantuan seperti dari Program Indonesia Pintar (PIV) atau bantuan lainnya, seperti buku pelajaran, alat tulis, atau bahkan beasiswa, untuk melanjutkan prestasinya tanpa terganggu oleh keterbatasan ekonomi.
Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, prestasi anak muda sangat dijunjung tinggi sebagai aset masa depan bangsa. Berbagai program dan kebijakan telah dirancang untuk mendukung anak-anak berprestasi, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk itu, harapan juga ditujukan kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur dan Bupati Kediri agar memberikan perhatian khusus kepada anak-anak seperti Fatir. Banyak orang berpendapat bahwa pemberian tunjangan hidup atau beasiswa tetap akan sangat membantu anak-anak ini untuk mendongkrak potensi mereka hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti SMA, kuliah, dan bahkan ke luar negeri, sehingga bisa meraih sukses di masa depan dan memberikan kontribusi positif bagi negara.
Kepala Sekolah Hajah Miskiyah, juga menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak untuk mendukung anak-anak berprestasi. "Kami akan terus mendorong Fatir dan murid-murid lain untuk meraih prestasi. Namun, dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar mereka bisa berkembang tanpa hambatan. Fatir adalah contoh nyata bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung pada kondisi ekonomi, tetapi pada tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat," katanya.
Sekarang, Fatir sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten yang akan diadakan beberapa bulan mendatang. Ia terus belajar dengan giat, didukung oleh keluarga, guru, dan teman-teman. Anak muda ini berharap bisa meraih juara lagi dan melangkah ke tingkat provinsi, bahkan nasional. Ceritanya telah menyebar di lingkungan Kediri dan menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama anak-anak yang berasal dari ekonomi yang biasa biasa, bahwa dengan tekad dan kerja keras, segala hal bisa tercapai.
