Iklan

Kamis, 16 Oktober 2025, Oktober 16, 2025 WIB
Last Updated 2025-10-16T14:22:27Z

Cintai Budaya, Kuatkan Bangsa, Presean di Mampe Hidupkan Semangat Leluhur Wakan

Advertisement

 



Wakan, 16 Oktober 2025.

Tradisi Presean yang digelar di Mampe, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, kembali menjadi pusat perhatian masyarakat pecinta budaya. Kegiatan yang menjadi rangkaian dari Ritual Adat Bale Beleq Kyai Masmirah ini berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, meski seluruh biaya kegiatan sepenuhnya ditanggung oleh panitia dan para pengunjung melalui saweran sukarela.


Setiap harinya, panitia mengeluarkan dana sedikitnya Rp 4 juta untuk mendukung jalannya acara mulai dari perlengkapan, hadiah, hingga konsumsi bagi para pepadu dan penonton tanpa adanya sumbangan dari pihak manapun.


Wakil Ketua DPD II KNPI Lombok Timur, Muhrim Rajasa, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh pihak, mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda Provinsi, hingga Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, serta para Kepala Dinas terutama Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk turut serta mencintai dan mendukung pelestarian budaya lokal.


“Budaya adalah pemersatu bangsa. Kalau kita hanya mencintai pembangunan tetapi lupa pada budaya, maka kita kehilangan jati diri. Budaya lestari, Indonesia kuat,” ujar Muhrim Rajasa dengan penuh semangat.


Lebih lanjut, Muhrim menyoroti minimnya perhatian dari para pemimpin daerah terhadap kegiatan budaya. Ia menegaskan, jika tidak ada program nyata yang berpihak pada kebudayaan, maka keberadaan “Dinas Kebudayaan” menjadi kehilangan makna.


“Jika tidak ada program budaya, untuk apa disebut Dinas Kebudayaan? Cukup saja Dinas Pendidikan,” ujarnya tegas.


Desa Wakan dikenal sebagai salah satu wilayah yang masih kuat menjaga warisan leluhur. Setiap tahun, warga setempat rutin menggelar Ritual Adat Bale Beleq Kyai Masmirah, yang di dalamnya terdapat berbagai acara tradisi, termasuk Presean Pepadu Se-Pulau Lombok.


“Lombok Timur sesungguhnya sangat kaya dengan peninggalan leluhur mulai dari Bale Beleq, Gendang Beleq, hingga keris dan situs-situs sejarah lainnya. Semua itu merupakan kekayaan budaya yang wajib dijaga dan dilestarikan,” lanjutnya.


Melalui kegiatan ini, panitia mengajak seluruh masyarakat dan instansi terkait untuk hadir dan turut meramaikan acara yang rencananya akan berlangsung selama dua minggu penuh di lokasi Presean Mampe. Berbagai doorprize juga disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi para pendukung budaya.


Dengan semangat gotong royong dan cinta terhadap warisan leluhur, para pecinta budaya di Wakan berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa melestarikan budaya berarti menjaga akar bangsa.


“Semoga budaya tetap utuh, tetap lestari, dan terus menjadi kebanggaan kita bersama,” tutup Muhrim Rajasa.

IKLAN