Advertisement
Oleh: Presiden Kasta Lalu wink haris
Paska runtuhnya kerajaan singasari pada tahun 1292 Masehi akibat serbuan jayakatwang seorang adipati dari kediri Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan majapahit pada tahun 1293 setelah dia berhasil menaklukkan jayakatwang sekaligus mengusir paksa pasukan mongol dari tanah jawa
Sebagai seorang raja baru Raden wijaya seperti umumnya raja raja lainnya dalam sejarah dikelilingi.oleh banyak pembantu setia dengan segala kepentingannya, mulai dari Ramapati bersama pekatik setianya semisal rawedeng rayuyu rapangsa dan rabanyak,Nambi maupun lembu sora bersama rangga lawe dan kelompoknya
Kelompok kelompok abdi dalem ini memainkan peran strategis namun penuh intrik, majapahit dan raden wijaya sebagai sebuah kerajaan dan raja baru tentu membutuhkan birokrasi yang kuat dan solid dengan komposisi pembantu pembantu raja yang loyal dan menempati posisi sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya masing masing
Persoalan muncul ketika kelompok ramapati memainkan intrik mendukung Nambi sebagai mahapatih kerajaan, dan sayangnya itu disetujui oleh raden wijaya. Keputusan ini menuai resistensi dari Ranggalawe seorang panglima perang berdarah madura yang dikenal tegas dan pemberani, Ranggalawe melihat pengangkatan Nambi sebagai rekrian mahapatih adalah sebuah keputusan yang salah karena menurutnya lembu sora lah yang lebih pantas menduduki jabatan super strategis tersebut
Penolakan ranggalawe ini menjadi momentum yang sangat bagus bagi Ramapati seorang tokoh culas dan licik memainkan strateginya, pemutar balikan fakta dimulai, ramapati terus berupaya meyakinkan Raden Wijaya kalau ranggalawe telah melakukan insubordinasi atas titah dan keputusan Raja, sayangnya Raden wijaya termakan informasi manipulatif dari ramapati sehingga meyakini bahwa ranggalawe telah melakukan tindakan makar dan layak diberi hukuman
Akibat hasutan ramapati makin memperburuk situasi hingga pada akhirnya meletuslah pemberontakan ranggalawe, seorang tokoh utama berdirinya majapahit dan sahabat setia Raden wijaya yang berakhir dengan tewasnya ranggalawe di tangan kebo anabrang dalam pertempuran dahsyat di pinggir sungai tambak beras
Konflik konflik dalam internal kekuasaan oleh akibat sentimen personal dan kelompok, perebutan posisi dan pengaruh juga pertikaian soal sumber sumber keuangan kerajaan membuktikan bahwa di dalam circle kekuasaan yang barangkali nampak adem bisa jadi menyimpan bara api pertikaian kepentingan antar individu maupun kelompok untuk menjadi yang paling dominan dan menguasai penuh akses informasi dan jaringan kekuasaan yang ada
Bagaimana dengan wajah kekuasaan NTB hari ini? Akankah tragedi ranggalawe terulang kembali? Sepertinya tanda tanda itu mulai nampak ketika beredar rekaman suara yang disebut sebagai orang dekat gubernur sedang asyik membicarakan soal kaplingan proyek APBD, menjadi sesuatu yang menarik karena rekaman suara tersebut pasti keluar dari internal orang orang dekat pendopo, hal ini menunjukkan pertarungan pengaruh, dominasi dan posisi sudah dimulai, siapakah yang akan memenangkan pertarungan? Entahlah....
