Advertisement
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw., yang dikenal dengan Maulid Nabi. Momentum ini tidak sekadar mengenang sejarah lahirnya Rasulullah, tetapi juga menjadi ajang untuk meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid Nabi mengingatkan kembali bahwa kehadiran Rasulullah merupakan rahmat bagi semesta alam, pembawa cahaya kebenaran, serta teladan utama dalam membangun masyarakat yang beradab, penuh kasih sayang, dan kepedulian sosial.
M.Ardiansyah S.H.
dalam wawancara Media di Praya pada Jum'at 5.9.2025 menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah saw. Menurutnya, Nabi Muhammad adalah sosok yang penuh kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Ia mengajak untuk melaksanakan pekerjaan dan bermasyarakat dengan rasa gembira, seraya menanamkan nilai-nilai utama Rasulullah: siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathonah (cerdas). Ardiansyah menambahkan satu nilai penting lainnya, yakni kepedulian sosial, yang menjadi inti akhlak Nabi dan relevan untuk diwujudkan dalam kehidupan berlembaga maupun bermasyarakat.
Sementara itu, M. Ardiansyah S.H. menyampaikan bahwa kehadiran Nabi Muhammad saw. adalah karunia agung dari Allah Swt. Rasulullah hadir sebagai rahmat dan cahaya bagi seluruh semesta, tidak hanya dalam dimensi biologis tetapi juga spiritual. “Nabi Muhammad adalah lentera yang menerangi, karena dari beliau kita diajarkan mengenai risalah yang membawa keselamatan,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya nur (cahaya) dalam kehidupan, baik cahaya hati, pikiran, maupun tindakan. Kehadiran cahaya tersebut, lanjutnya, dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menata kehidupan yang lebih baik. Ia mengajak masyarakat untuk mentransformasikan nilai-nilai kenabian ke dalam perilaku nyata, khususnya di lingkungan berlembaga dan dalam kehidupan bermasyarakat.
