Iklan

Rabu, 10 September 2025, September 10, 2025 WIB
Last Updated 2025-09-11T03:52:15Z

BREAKING NEWS, Aliansi Masyarakat Aktivis, Petani Dan Nelayan Mengepung Kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah NTB

Advertisement


Lembaga Kompas NTB bersama Aliansi Masyarakat dan  beberapa Aktivis  menggelar aksi besar-besaran di Kantor DPRD Lombok Tengah pada hari Kamis, 11 September 2025, aksi akan di mulai pukul 10.00 WITA dan titik kumpul di alun alun tastura Praya, Aksi damai ini bertujuan menuntut keadilan bagi rakyat kecil yang merasa diperas oleh berbagai pungutan dan pajak, seperti pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi dan bangunan.


Masa aksi terlihat mulai berkumpul di alun alun tastura dan berkompoi ke kantor DPRD Lombok tengah dengan ratusan masa aksi, pukul 11:00 masa aksi mulai menyuarakan beberapa tuntutan di area kantor dprd

Beberapa isu yang menjadi fokus aksi ini antara lain, 

Dugaan penguasaan tanah negara di Lombok Selatan oleh PT. Torok Deployment (Samara Hills) yang merampas sempadan pantai untuk kepentingan pribadi

Dan Sekitar 200 villa/hotel ilegal di Lombok Tengah yang berdiri tanpa izin dan dibiarkan oleh pemerintah setempat.

serta menuntut pemerintah daerah telah melakukan pengusiran kepada para Pedagang kaki lima yang ditertibkan, ditindas, dan diusir dari tempat mencari nafkah.


"Beberapa menit orasi merekapun di terima dan di suruh masuk ke dalam gedung DPR dan mulai melakukan audiensi bersama pihak pihak terkait di kantor DPRD Lombok tengah


Aksi ini mengajak masyarakat luas, termasuk pedagang kecil, buruh, petani, nelayan, dan mahasiswa, untuk bersama-sama menyuarakan keadilan dan menuntut hukum yang adil, bukan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas pungkas Sadam husein kepada awak media melalui sambungan telpon, Rute aksi akan di lalui dimulai dari Alun-Alun Tastura praya menuju Kantor DPRD Lombok Tengah yang berlokasi di kelurahan jontlak kecamatan Praya.


Beberapa aktivis dan tokoh yang telah menghadiri undangan aksi ini diantaranya beberapa lembaga yang tergabung dalam koalisi mahasiswa dan pemuda masyarakat nusa tenggara barat dengan semboyan "Investor Tersenyum, Pejabat Tertawa, Pedagang Kaki Lima Digusur, Rakyat Menjerit dan Menangis Bayar Pajak.

IKLAN