Advertisement
Pada hari Sabtu 13 Maret 2021, tentunya sekarang merupkan waktu yang tepat untuk merawat rindu yang cukup lama terkubur dikalangan mahasiswa aktivis Nahdliyyin yang tergabung dalam lingkar BEM PTNU.
.
Pokok bahasan kali ini mengenai BEM PTNU yang saat ini mengalami vacum of power selama kurun waktu kurang lebih 3 tahun.
.
persoalan ini menjadi keresahan ‘’mahasiwa Nahdliyyin se-Nusantara’’ . Berlandaskan pada AD/ART dan cara pandang akademisi, Persoalan ini berusaha dirumuskan, dibedah, direfleksikan dan dicari solusinya.
.
berpacu pada asas kekeluargaan, dikotomi atau penghitam putihan cara pandang merupakan hal yang menarik ketika menghadapi aneka persoalan yang sedang menarik untuk dibicarakan.
.
KONSOLNAS BEM PT-NU
yang bertempat di tanah sakral kelahiran NU, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, yang dihadiri oleh 21 Presiden Mahasiswa ataupun pengurus BEM dari 6 Provinsi, Sumatra Utara, Sulawesi Tenggara, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten.
.
Meski keanekaragaman mewarnai , namun kemufakatan tetap berkubu pada persetujuan untuk mengadakan Munaslub (musyawarah nasional luar biasa) di Yogyakarta, Karena setelah menimbang, memperhatikan dan memutuskan ;
"Saya selaku tuan rumah sangat bersyukur dgn adanya Konsolnas BEM PT-NU ini. Harapannya semoga ini adalah awal kebangkitan yang baik utk generasi yg akan datang." ungkap Fajri selaku Presma UNHASY Jombang.
.
berbicara tentang keadaan BEM PTNU yang saat ini Laa yakhya wa la yamut serta lepasnya kendali dari para pimpinan BEM PTNU hasil Mukernas di Cirebon tahun 2019 silam. maka dirasa perlu adanya munaslub untuk kembali memasifkan BEM PTNU.
.
"Bagi kami, ini merupakan langkah awal menuju bangkitnya kembali BEM PTNU Se-Nusantara. Mudah2an apa yang menjadi harapan kita bersama menuai kebermanfaatan yang nyata untuk bangsa Indonesia" Harapan Arifi Presiden Mahasiswa UNU NTB selaku inisiator utama MUNASLUB PT-NU.
