Advertisement
Lombok Tengah,- Kesal lantaran tak kunjung ada perbaikan selama bertahun-tahun, Warga Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Tanami Ruas Jalan yang rusak dengan Pohon Pisang.
Jalan tersebut merupakan Jalan Penghubung antara, Desa Tanak Awu dengan Desa Pengembur. Senin, 11/01/2020
“Saya sangat mengapresiasi kawan-kawan ini, karena ini tindakan nyata, dari bentuk Protes terhadap Pemerintah Kabupaten dan khususnya Provinsi” Ungkap Muhammad Sadli salah satu Tokoh Pemuda Desa Pengembur.
Tekait dengan kondisi jalan yang rusak, Muhammad Sadli mengatakan, hampir tidak bisa di lalui oleh pengguna jalan, sebab kondisi jalan penuh dengan lubang dan licin ketika musim hujan.
“Yang saat ini Kondisi jalan sangat memprihatinkan, dan hampir tidak bisa di lalui.” Terang Muhammad Sadli
Muhammad Sadli juga menjelaskan, jalan yang di tanami dengan Pohon Pisang tersebut merupakan jalan Parawisata Pantai Mawun.
“jalan ini juga, jalan Parawisata Pantai Mawun, dulu janjinya Pemerintah Kabupaten tahun 2021 akan di realisasi tapi, sampai sekarang pihak pemerintah belum ada tindakkan nyata, ini saja lubangnya semakin parah.” Jelas Muhammad Sadli
Sementara itu, Sariawan Kepala Dusun Tawah, Desa Pengembur menceritakan tentang Jalan tersebut yang pernah di Kerjakan pada tahun 2015 yang lalu, namun belum sampai 2 tahun kondisi Jalan kembali rusak.
“Dari tahun di 2015 di kerjakan, dan tahun 2016 kembali rusak, karena kualitasnya tidak baik, kerena banyaknay aktifis galian C, yang terjadi di desa pengembur ini.” Jelas Sariawan Kepala Dusun Tawah Desa Pengembur
“Maka hari ini warga khususnya Karantaruna menyuarakan aspirasi aspirasi warga, melakukan ini untuk segara di perbaiki, dan di blokade jalan ini sampai ada respon dari pemerintah.” Lanjutnya
Oleh sebab itu, Sariawan juga akan melakukan Hearing ke Kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah, dan meminta Jalan tersebut untuk di suarakan kepada Pemerintah Kabupaten.
“Kita juga berinisiatif untuk melakukan Hearing ke Kabupaten khusus DPRD untuk menyuarakan hal ini, karena 1 bulan terakhir ini banyak sekali dam truk yang mengangkut hasil dari galian C, untuk proyek jalan di Bandara.” Tandasnya
Rusaknya jalan tersebut, Sariawan menuturkan, akibat dari aktivitas Dam Truk yang membawa material dari hasil Galian C yang berada di Desa Setempat.
“Inilah epeknya sehingga banyak Warga yang tergelincir dan jatuh, ada juga Warga yang terluka parah akibat jatu.” Tutupnya.
