Advertisement
Lombok Tengah-Puluhan warga dari Desa Pengembur, Kecamatan Pujut melakukan aksi demo di kantor bupati Loteng, senin /25/01/2021
Demontrasi itu dilakukan karena sudah sangat kecewa ruas jalan tersebut tidak kunjung dilakukan perbaikan hingga sekarang. Padahal, Pemkab Kabupaten Lombok Tengah sendiri sudah janji untuk melakukan perbaikan pada tahun ini. Jika jalan itu tidak diperbaiki, warga juga mengancam akan memblokade ruas jalan tersebut.
Aksi demo depan gerbang kantor bupati itu nyaris ricuh dengan petugas keamanan. Karena warga ingin menorobos masuk ke dalam kantor bupati, setelah menunggu terlalu lama perwakilan pihak terkait yang akan menemuinya.
Salah satu warga, Hendara menyatakan, pihaknya melakukan aksi demo ini karena merasa kecewa dengan pemerintah daerah. Pasalnya, hingga saat ini belum kunjung melakukan perbaikan pada ruas jalan dari Desa Tanak Awu menuju Pengembur,dan ruas jalan Bencot-Munsun
“Kami belum tahu alasan pemerintah sehingga belum melakukan perbaikan, padahal pada tahun 2020 sebelumnya, mereka sudah berjanji untuk melakukan perbaikan pada jalan raya itu,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kondisi ruas jalan itu sekarang sangat parah. Bahkan hampir tidak bisa dilalui oleh warga yang menggunakan kendaraan roda maupun roda empat. Bagaimana tidak, di badan jalan itu banyak lubang yang bisa menyebabkan kecelakaan.
“Pemkab selama ini hanya memberikan janji palsu untuk melakukan perbaikan jalan itu,” jelasnya.
Hal senada disampaikan, salah satu tokoh pemuda ,Sarifudib yang menyampaikan dalam orasinya aksi untuk menuntut jalan ini dilakukan perbaikan sudah sekian kalinya. Namun, pemerintah tidak mendengarkan keluhan masyarakatnya. Padahal, masyarakat hanya meminta agar jalan ini dilakukan perbaikan saja.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar galian C yang ada di wilayah setempat dilakukan penertiban. Alasanya, karena dam truk yang menangkut material tanah itu membuat ruas jalan ini semakin parah.
“Pada semua aparat agar melakukan penertiban pada galian itu. Karena setiap hari mencapai ratusan dam truk yang melintas,” ucapnya.
Menurutnya, perbaikan jalan ini sebenarnya harus menjadi skala proritas. Karena, kondisinya sangat parah. Dampak dari jalan yang rusak itu, segala kegiatan dari warga terhambat. Seperti salah satunya beberapa hari yang lalu, ada korban kecelakaan yang lama sampai ke tujuannya, karena faktor jalan yang tidak bisa terlewati.
“Coba bapak turun, permintaan kami ini bukan tidak punya dasar, tapi sesuai dengan kondisi dilapangan. Jika tidak segera ditangani, maka potensi untuk kecelakaan itu akan meningkat di sana,” tuturnya.
Sementara itu, Kordum Sadli menyatakan, dua minggu yang lalu, pihaknya mencoba memblokade jalan itu berapa jam. Tapi malah dirinya dipanggil oleh aparat, katrena diduga melanggar aturan. Padahal, niatnya hanya ingin agar jalan itu dilakukan perbaikan.
“Kami bersuara selaku masyarakat dan pemuda Desa Pengembur. Kami hanya ingin jalan itu dilakukan perbaikan,” ucapnya.
Ia mengaku, ruas jalan ini semakin rusak, akibat dam truk yang bermuatan material tanah untuk timbunan pembangunan ruas jalan baypas-KEK Mandalika.
“Gimana tidak rusak, jumlah dam truk yang melintas setiap harinya mencapai ratusan,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Loteng, Lalu Firman Wijaya menyatakan, pihaknya akan ihktiarkan untuk melakukan perbaikan jalan tersebut pada APBD perubahan nantinya. Karena memang APBD saat ini sudah diketok atau telah ditetapkan.
“Kami sudah usulkan melalui DAK. Tapi belum dapat, karena program proritas adalah jalan yang tidak jadi dikerjakan tahun 2020,” tuturnya.
Hanya saja, pihaknya akan berupaya untuk memprbaiki badan jalan rusak. Dengan menambal sulam badan jalan yang berlubang itu. Hal itu dilakukan agar jalan itu bisa dilalui oleh warga setempat.
“Kami akan ikhtiarkan untuk melakukan perbaikan pada badan jalan yang rusak itu,” tutupnya.
