Iklan

Advertisement
LAWGOS.ID
Kamis, 10 Desember 2020, Desember 10, 2020 WIB
Last Updated 2020-12-10T09:19:36Z

Profile Pathul Bahri,Bupati Terpilih Diloteng

Advertisement

Lalu Fathul Bahri atau yang biasa dipanggil Pak Hul adalah salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah yang cocok dijadikan panutan. Beliau adalah Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah periode 2016 – 2021. Nama dan gelar lengkapnya ialah Lalu Fathul Bahri S.IP . Beliau dilahirkan di Mertak Tombok, 31 Desember 1969. Beliau merupakan anak pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Lalu Wildan yang berasal dari Gerunung dengan Baiq Warti yang berasal Balungadang. Ayahnya merupakan seorang kepala dusun di daerah Mertak Tombok sedangkan ibunya sehari – hari bekerja di ladang. Disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarganya yang tidak memadai, beliau telah diajar untuk mandiri dan senantiasa membantu orangtua sejak kecil contohnya ketika itu ia ditugaskan untuk menggembalakan kambing di sawah. Bapak Fathul Bahri menikah dengan Baiq Nurul Aini dan dikaruniai 4 orang anak yaitu Ammar Fatin, Rifqi Alwi, Yasmin Wiwardah, dan Annisa Wiwardah. Keempat anaknya diajari cara pandang untuk selalu rendah hati dan bersikap sederhana walau ayahnya adalah wakil bupati Kabupaten Lombok Tengah. 
  Kenangan yang paling diingat semasa kecilnya adalah ketika jari telunjuk tangan kanannya terkena cangkul ketika mencari ubi dengan saudaranya di sawah pada saat kelas 1 SD. Hal itu yang mengakibatkan jarinya terputus. Saat SD beliau bersekolah di SD 2 Aik Mual dari tahun 1976-1982, kemudian melanjutkan ke SMP 4 Praya dari tahun 1982 – 1985 (SMP 3 Praya saat ini), selanjutnya bersekolah di SMAN 1 Praya dari tahun 1985 - 1988. Dengan kata lain, beliau tidak pernah bersekolah di sekolah agama. Namun saat ini, ia menjadi ketua NU kabupaten Lombok Tengah dan Ketua yayasan di tiga tempat yaitu Nurul Quran, Nurul Iman, dan yayasan Manhalul Ulum yang berada di Praya.
Beliau melanjutkan pendidikan di Universitas 45 dan mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan. “Saya pernah kuliah di UNILO mengambil jurusan teknik selama empat tahun,namun karena ekonomi keluarga yang tidak mendukung, akhirnya saya pindah kuliah ke Universitas 45 mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan,” tuturnya. Ada begitu banyak pengalaman yang beliau dapatkan ketika beranjak dewasa, antara lain beliau pernah merantau ke Pulau Sumbawa karena dipaksa oleh keadaan ekonomi keluarganya saat itu. Disana beliau pernah menjadi kondektur, tukang pikul, dan pekerjaan lain untuk mencari nafkah.
  Bapak Fathul Bahri pernah menjadi ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah selama satu periode, kemudian beliau mencalonkan diri ke Provinsi NTB dan menjadi anggota DPRD Provinsi. Setelah itu, selama enam bulan beliau menjadi pimpinan komisi DPRD Provinsi lalu kembali lagi ke Kabupaten Lombok Tengah untuk mencalonkan diri bersama Suhaili menjadi bupati dan wakil bupati. Selama ia menjadi wakil bupati, ia bertekad untuk menjadikan Lombok Tengah sebagai daerah wisata dan memfokuskan penghasilannya kedalam sektor pembangunan. 
Saat ini, beliau menjadi ketua di beberapa organisasi seperti ketua NU, ketua yayasan di tiga tempat, ketua kempo, ketua koperasi tani, ketua kelompok tani, ketua muaithai, ketua PMI Lombok Tengah, ketua komite MAN 1 Praya, ketua PSSI Kabupaten Lombok Tengah dan Provinsi NTB, serta menjadi penasehat di berbagai tempat.
Aktivitas Bapak Fathul sehari – hari selain bekerja di kantor, beliau juga aktif menghadiri berbagai undangan masyarakat Lombok Tengah yang terdiri dari 139 desa dan kelurahan, 1800 kepala dusun serta 8672 kader posyandu. Kemudian memantau keadaan masyarakat dengan berkeliling daerah, serta membina organisasi – organisasi yang ada di Lombok Tengah. Bagi beliau hal yang paling tidak disukainya selama ia menjadi seorang wakil bupati adalah pekerjaan yang tidak selesai tepat pada waktunya, karena apabila hal itu terjadi akan menimbulkan berbagai masalah seperti demo.
Panutan dalam hidup Bapak Fathul Bahri adalah orang tua. Mereka mengajari Pak Fathul tata krama dan agama yang merupakan dasar penting bagi keberhasilannya. Pak Fathul sangat menghormati orang tuanya, bahkan kemana saja ia akan pergi, beliau selalu meminta izin walaupun sekedar ingin tidur. Menurutnya, ada tiga pegangan hidup untuk mencapai keberhasilan yaitu  Al – Walid yang berarti kita harus berbakti kepada kedua orang tua, Al – Alim yang berarti kita harus memuliakan orang yang berilmu seperti para ulama dan guru, dan Hamilul Qur’an yang berarti kita harus mencintai Al – Qur’an  dengan cara membaca dan memahami setiap arti dalam ayat-Nya.
Bapak Fathul Bahri adalah seorang yang sederhana dan selalu mementingkan masyarakat. Pribadinya santun dan gayanya merakyat benar – benar terasa dalam sosoknya. Walau beliau adalah orang yang sibuk namun ia tetap aktif dalam berorganisasi. Beliau sangat mengaharapkan bagi generasi penerus bangsa khususnya anak – anak Lombok Tengah untuk menjadi orang yang hebat dan berilmu sehingga kelak akan menjadi orang – orang yang berguna bagi masyarakat, nusa, dan bangsa.

IKLAN

Advertisement
LAWGOS.ID